Oleh: adul | Agustus 2, 2008

DOWNLOAD PCMAV 1.5 UPDATE BUILD 3 (1/08/2008)

Update Build3 secara resmi dirilis dengan penambahan 10 pengenal virus baru. Bagi Anda pengguna PCMAV 1.5 sangat disarankan segera melakukan update, agar PCMAV Anda dapat mengenali dan membasmi virus lebih banyak lagi. Jadi, total virus yang terdapat hingga Update Build3 kali ini sebanyak 30 virus.
Untuk mendapatkan dan menggunakan update PCMAV ini, pastikan terlebih dahulu PCMAV RealTime Protector tidak sedang aktif. Jika iya, Anda harus menutup aplikasi tersebut terlebih dahulu. Lalu Anda cukup menjalankan PCMAV Cleaner (PCMAV-CLN.exe), tentunya komputer harus dalam keadaan aktif terhubung ke Internet (non-proxy). Fitur GetUpdates dari PCMAV secara otomatis akan memberikan alamat internet yang aktif di mana Anda bisa men-download file update tersebut. Letakkan file hasil download tersebut (PCMAV.vdb) ke dalam folder di mana PCMAV berada. Jika sebelumnya telah terdapat file update yang lama, Anda cukup menimpanya. Dan nanti saat Anda kembali menjalankan PCMAV, ia sudah dalam keadaan kondisi ter-update.

Anda ingin mendapatkan file update secara manual klik di sini | Melalui Ziddu | atau | Melalui Bizhat |

Jika anda belum punya PCMAV 1.5 CLN + RTP
saya sediakan disini beserta Update Build 3 klik di sini | Melalui Ziddu | atau | Melalui Bizhat |

Daftar tambahan virus PCMAV 1.5 Update Build3:
Adsw, Adsw.txt, Apong, Apong-Valeria, Babel, Bone, Bone.txt, Formalin, Gen.Rieysha, Gen.Rieysha.zip, PicCindy.C, Rieysha-Desa, Rieysha-Desa.htm, Rieysha-Desa.inf.A, Rieysha-Desa.inf.B, Rieysha-Hack.vbs, Rieysha-Hack.vbs.inf, Rieysha-Hack.vbs.txt, RontokBrow.H, RontokBrow.H.exe, RontokBrow.H.htt, RontokBrow.H.inf, RontokBrow.H.ini, ServMouse.inf, SmsLucu, SmsLucu.html, SmsLucu.htt, SmsLucu.inf, SmsLucu.ini, UdinLucu

sumber : virusindonesia.com, PC-Mild

Melihat Aktivitas SMP Terbuka Gratis TKBM Al-Furqon di Cihideungilir (2-Habis)

Meskipun terbilang sekolah gratis, materi pendidikan di tempat kegiatan belajar mengajar (TKBM) Al-Furqon tetap mengacu pada kurikulum Dinas Pendidikan Nasional (Diknas). Pengajar punya cara tersendiri dalam menyampaikan ilmunya kepada anak didik. Seperti apa metode pembelajaran di sekolah gratis itu?

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07:00 WIB. Para siswa dengan mengenakan seragam rapi langsung masuk dan menempati tempat duduk masing-masing.

Tak lama kemudian, seorang wanita berjilbab dan seorang pria berseragam batik merah masuk ke halaman Masjid Al-Furqon yang disekat dengan tripleks. Di sinilah kegiatan belajar dilakukan. Kedua orang tersebut adalah guru tetap di TKBM Al-Furqon.

Berbeda dengan sekolah lainnya, para siswa di sini tak langsung membuka buku. Mereka memulai pelajaran dengan conversation atau percakapan antara guru dan murid. Para siswa di sekolah ini juga diwajibkan  menghafal hadis-hadis Alquran terlebih dahulu serta diharuskan melaksanakan salat Dhuha.

“Sebelum memulai pelajaran, kami mewajibkan siswa menghafal hadis-hadis dan melaksanakan salat Dhuha. Ini dilakukan sebelum pemberian materi pelajaran,” ujar guru tetap TKBM Al-Furqon Nurdiyati Rahmi.

Memang, sekolah rintisan warga Desa Cihideungilir, khususnya warga Taman Dramaga Permai dan kades desa tersebut, merupakan sekolah berbasis agama. Meskipun begitu, metode pembelajarannya sama seperti sekolah lainnya.

Menghasilkan lulusan terbaiknya, pihak sekolah memberikan jam pelajaran tambahan yang dilakukan pada Sabtu. Yakni, pengayaan materi bidang studi untuk Ujian Nasional (UN), seperti matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Hebatnya, pengajar yang memberikan pengayaan ilmu ini berasal dari kalangan akademisi seperti dosen dan mahasiswa. Orang-orang yang diperbantukan menjadi guru bantu juga berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang notabene merupakan orang-orang berkualitas dan berpengalaman di bidang pendidikan.

“Kami memiliki beberapa guru bantu dan mereka berasal dari kalangan akademisi terkemuka seperti IPB,” ujar Nurdiyati.

Sementara Kades Cihideungilir Atang Suryadimulya menuturkan, adanya sekolah gratis ini sangat membantu anak-anak putus sekolah. Apalagi, pendidikan di daerahnya masih sangat dibutuhkan.

Dia juga sangat berterimakasih kepada donatur yang ikut terlibat dalam pendirian sekolah gratis tersebut. Meskipun gratis, sekolah ini tetap menginduk kepada SMPN yang ada di Kecamatan Ciampea.

“Saya sangat berterimakasih kepada warga Cihideungilir, khususnya warga Perumahan Taman Dramaga Permai. Ini membuktikan mereka sangat mendukung pengembangan pendidikan di daerah ini,” katanya.(*)
(Diky Wahyudi)

sumber : radar-bogor.co.id

Oleh: desapetir | Juli 27, 2008

Upaya Memberantas Angka Putus Sekolah

Melihat Aktifitas SMP Terbuka Gratis TKBM Al-Furqon di Cihideungilir (1)

Tingginya biaya pendidikan, memberi dorongan kepala desa Cihideungilir Kecamatan Ciampea Atang Suryadimulya untuk membuat sekolah gratis. Terlebih lagi, angka putus sekolah didaerah tersebut cukup tinggi. Bagaimana aktifitas belajar mengajar SMP terbuka gratis?

Tahun ajaran baru sudah dimulai, suasana kantor desa Cihideungilir berbeda dari hari biasanya. Tetap pukul 07:00 WIB, puluhan anak usia sekolah tingkat pertama dengan menggunakan seragam putih biru berkumpul dihalaman kantor desa.

Kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi demo atau protes terhadap pemerintah desa, tetapi mereka bersiap untuk memulai proses belajar mengajar di SMP terbuka gratis TKBM Al-Furqon Berlokasi di Taman Dramaga Permai. Sekolah ini memang baru di buka, dan diperuntukan bagi warga tidak mampu.

Mereka (siswa,red) pun, dibebaskan dari biaya sekolah. Ide membuat sekolah gratis ini muncul dari benak Atang. Awalnya, ia merasa prihatin dengan perkembangan pendidikan didaerahnya. terlebih lagi, jumlah anak putus sekolah mencapai 50 persen dari jumlah anak yang berada di daerah tersebut. Kebanyakan, dari mereka hanya mengenyam pendidikan di tingkat dasar.

“Saya sangat khawatir dengan kondisi seperti ini. Untuk itu, saya memiliki ide untuk membuat sekolah gratis bagi mereka yang tidak mampu,” ujarnya.

Selain faktor ekonomi, jarak sekolah yang cukup jauh menjadi alasan kenapa mereka lebih memilih tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tingggi. Karena, mereka berasumsi, dengan meyekolahkan anak ke sekolah yang jaraknya lebih jauh, harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk biaya transportasi.

“Mereka sebenarnya sanggup untuk membayar biaya pendidikan, tetapi mereka tidak sanggup untuk menganggarkan biaya sehari-hari, seperti ongkos dan lainnya,” terangnya.

Lalu, seperti apa pola pendidikan disekolah tersebut? Atang menjelaskan, pola pendidikan sama halnya seperti sekolah umum lainnya. Namun yang membedakan, para siswa dibebaskan dari biaya pendidikan.

Keberadaan sekolah ini ternyata mendapat respon yang baik dari masyarakat sekitar. Buktinya, awal pembukaan, sekolah ini sudah menerima 45 orang siswa untuk diberikan pendidikan yang layak dengan dua kelas dan dua orang guru tetap yang akan memberikan ilmunya kepada para siswa-siswa tersebut.(*)
(Diky Wahyudi)
sumber : radar-bogor.co.id

Oleh: desapetir | Juli 27, 2008

Cihideung Hilir Miliki SMP Gratis

45 siswa dijamin sampai lulus

CIAMPEA - SMP terbuka TKBM Al-Furqon di Taman Dramaga Permai Kelurahan Cihideung Hilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor memberikan pelayanan sekolah gratis kepada 45 siswa.

“Semua siswa digratiskan dari biaya, hingga para siswa nanti lulus SMP,” ungkap Kepala Sekolah SMP Terbuka TKBM Al-Furqon, Yaslinur kepada Radar Bogor, kemarin (23/7).

Saat ini, katanya, puluhan siswa hanya menempati satu ruang kelas, dari dua lokal kelas yang ada. Termasuk dua orang guru tetap.

Menyinggung masalah biaya operasional yang didapat sekolah. Pria lulusan sarjana pertanian ini menuturkan, khusus dari gaji guru ada Yayasan Al-Amin yang menjaminnya. Sedangkan keperluan lainnya, selama ini mendapat bantuan dari beberapa donatur yang peduli.

“Kalau saya lihat, selama ini warga Cihideung Hilir miskin ekonomi dan miskin motivasi. Mudah-mudahan keberadaan sekolah ini, bisa menjadi motivasi dan meningkatkan SDM yang ada,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Cihideung Hilir, Atang Suryadimulya mmengatakan, bisa menjadi harapan baru bagi warganya yang berada dibawah garis kemiskinan.

“Selain lulusan SD, jenjang sekolah lanjutan pun cukup jauh. Yang menjadi beban bagi warga yang tidak mampu,” katanya. (rev)

sumber : radar-bogor.co.id

Kategori